Waktu adalah Uang (Lebih berharga daripada uang)
Dalam suatu kesempatan, seorang reporter televisi mendekati Bill Gates-jenius komputer yang menjadi orang terkaya di dunia untuk memperoleh satu atau dua patah kata dari si pemilik kerajaan Microsoft itu. Bukannya menjawab pertanyaan sang reporter, Gates malah balik bertanya, “ Menurut Anda berapa nilai harga waktu saya selama enam menit?”
Tentunya
bukan bermaksud pelit dengan ucapannya itu, namun ‘waktu’ bagi orang-orang yang
telah mencapai tingkat kesuksesan seperti Gates adalah sesuatu yang sangat
berharga. Dahulu, orang sangat memegang teguh ungkapan time is money. Sekarang
orang semakin sadar bahwa harga sebuah waktu bahkan telah jauh melebihi uang.
Anda mungkin saja dapat merelakan uang seratus ribu anda yang hilang di jalan,
dengan harapan besok atau lusa akan ada bonus tambahan dari bos Anda. Namun
bagaimana jika 10 menit dari waktu Anda yang hilang? Apakah Anda juga bisa
mengharapkan besok atau lusa akan ada ‘bonus’ tambahan waktu sebanyak 10 menit,
di luar waktu reguler Anda yang berjumlah 24 jam dalam sehari itu? Tidak! Anda
tentunya sadar bahwa itu adalah sesuatu hal yang mustahil untuk diharapkan.
Waktu terus berjalan dan terlalu angkuh untuk berputar kembali.
Henry
Ford, seorang yang sukses ‘menduniakan’ mobil-mobil Ford-nya, beranggapan bahwa
kesuksesan seseorang sangat ditentukan oleh kemampuan orang itu dalam
memanfaatkan waktu-waktu tertentu, yang justru disia-siakan oleh orang lain. Hampir
semua orang yang telah mencapai tingkat kesuksesan sepakat mengakui bahwa salah
satu kunci keberhasilan mereka mendaki puncak kesuksesan adalah karena mereka
selalu menghargai waktu.
Lalu
mengapa masih banyak orang yang menyia-nyiakan waktu mereka untuk melakukan
hal-hal yang kurang berguna???
Coba
anda renungkan, apa yang membedakan mereka yang telah meraih kesuksesan dengan
mereka yang gagal. Apakah mereka yang sukses memiliki waktu yang lebih banyak
dari pada mereka yang gagal? Tidak! Keduanya sama-sama memiliki modal 24 jam
dalam sehari. Perbedaaan justru tampak pada cara mereka memanfaatkan modal
waktu yang mereka miliki itu. Mereka yang sukses adalah mereka yang tahu
bagaimana memanfaatkan waktu sebaik-baik mungkin agar tidak terbuang dengan
percuma.
Untuk
lebih mudahnya, coba bayangkan Anda dan Adik Anda pada saat bersamaan menerima gaji
yang sama besar, sebesar Rp. 1.650.000 dari Bendahara Gaji di Kantor Anda
bekerja. Anda berdua diberi kebebasan untuk menggunakan uang tersebut. Lalu
Anda kemudian bertanya pada diri Anda “Apa yang harus aku lakukan dengan uang
ini” Anda kemudian teringat pada sebuah Handphone bermerek yang sangat Anda
idam-idamkan. Tanpa berpikir panjang, Anda kemudian pergi untuk membelinya.
Pikiran Anda pun melayang-layang, membayangkan betapa tinggi nilai prestisius
Anda di mata kawan-kawan kerja Anda jika nanti Anda memamerkan ataupun kawan-kawan
Anda melihat Handphone baru Anda itu.
Sementara
waktu yang sama, Adik anda yang lebih cerdik memilih menginvestasikan uangnya
dengan membeli sebuah Komputer second atau komputer bekas. Dengan Komputer
bekas itu ia menulis beberapa naskah yang kemudian diterbitkan oleh penerbitan
yang berkantor di seberang rumah Anda. Lalu apa yang terjadi?
Pada
awalnya semua berjalan sesuai dengan yang Anda harapkan. Rekan-rekan kerja Anda
memandang iri pada kecanggihan fitur-fitur yang ada di Hp Anda. Namun lama-kelamaan
Anda bukanlah satu-satunya orang di kantor Anda yang memiliki hp jenis itu.
Satu persatu teman Anda membeli hp yang sama dengan merek hp Anda, sehingga
anda mulai merasakan kehilangan nilai prestisius hp Anda dimata kawan-kawan
kerja Anda. Apalagi setelah ada orang baru yang ternyata memiliki hp yang super
canggih dari hp Anda. Sedemikian canggihnya Hp orang baru itu sehingga bila
disejajarkan dengan Hp milik Anda akan membuat hp Anda tampak kuno dan
ketinggalan jaman. Habis sudah prestige value yang dulu Anda banggakan dari Hp
Anda. Bagaimana dengan Adik Anda?
Setelah
beberapa kali berusaha, akhirnya buku-buku yang ditulis oleh Adik Anda itu
mulai dipasarkan. Hasil dari satu dua judul buku yang ditulis oleh adik Anda
membuat isi kantongnya menggelembung. Puluhan juta rupiah berhasil
dikumpulkannya dalam jangka waktu setahun.
Seperti halnya uang, waktu adalah salah satu modal yang
sangat berharga untuk meraih kesuksesan. Waktu harus dipergunakan dengan
efektif dan juga efisien agar terjaga nilai produktivitasnya bagi kesuksesan
seseorang.
Dalam beberapa hal, waktu memiliki nilai lebih dibandingkan
uang. Waktu diberikan secara ‘cuma-cuma’ kepada manusia. Anda tak diharuskan
membayar se sen pun untuk memperolehnya. Selain itu waktu lebih bersifat ‘tak
tergantikan’. Mustahil bagi Anda untuk mengulangi waktu yang telah berlalu. Dua
hal inilah yang membuat orang-orang sukses di dunia percaya bahwa keterampilan
mengelola waktu (managing time) adalah sebuah keterampilan yang tak ternilai
harganya.
Ada dua sebab mengapa masih banyak
orang tidak memanfaatkan waktu mereka sebaik-baiknya. Yang pertama adalah
mereka tidak tahu seberapa besar waktu yang telah mereka sia-siakan. Dan yang
kedua adalah mereka juga tidak tahu bagaimana cara mengaplikasikan time
management yang baik dalam hidup mereka.
Jika Anda termasuk ke dalam golongan ini, maka ada beberapa
fakta yang harus Anda ketahui tentang waktu. Sebuah penelitian yang telah
dilakukan di Amerika menggambarkan bagaimana rata-rata orang berusia 72 Tahun
membagi waktu mereka untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Berikut adalah
rinciannya :
21 Tahun dipergunakan untuk tidur
14 Tahun untuk bekerja
07 Tahun Untuk beraktivitas yang berkaitan dengan kesehatan
06 Tahun untuk makan
06 Tahun untuk melakukan perjalanan.
05 Tahun untuk mengantri/menunggu
04 Tahun untuk belajar
03 Tahun untuk menjawab telepon
01 Tahun untuk mencari barang-barang yang hilang
03 Tahun untuk kegiatan lainnya.
Mencengangkan bukan? Anda hanya memiliki waktu sebanyak 14
Tahun (sekitar 20 persen dari total usia Anda) untuk bekerja dan mengejar
impian Anda menjadi seorang yang sukses. Ironisnya, Anda menghabiskan porsi
waktu yang hampir sama besarnya untuk sekedar melakukan kegiatan-kegiatan lain
yang kurang produktif bagi kemajuan karir dan hidup Anda seperti mencari
barang-barang yang hilang, menjawab telepon, mengantri, atau melakukan
perjalanan.
2# Kenali Karakter Sang Waktu
Cara termudah untuk berkawan
dengan seseorang adalah dengan mengenali karakternya. Begitu pula jika anda
ingin berkawang dengan sang waktu. Hal pertama yang harus anda lakukan adalah
mengenali karakter sang waktu sembari melakukan evaluasi diri terhadap apa yang
telah anda lakukan selama ini. Apakah anda telah menggunakan waktu anda dengan
cukup bijak?
Ungkapan ‘waktu terus berputar’
adalah sebuah ungkapan yang bermakna dalam. Seberapa pun kuatnya anda, seberapa
pun kayanya anda, seberapa pun berkuasanya anda, anda tak akan pernah bisa
menghentikan putaran waktu. Kecuali anda memiliki ‘mesin waktu’, anda jangan
pernah bermimpi untuk kembali ke masa lalu atau pun juga pergi ke masa depan.
Karakter ter utama dari sang
waktu adalah ‘ia’ tidak terikat pada tali kekang yang dikendalikan oleh
manusia. ‘ia’ bebas melakukan apapun yang diinginkannya. Dan dalam kehidupan
ini, hanya satu yang diinginkan oleh sang waktu : berjalan terus ke depan.
Kita tentu menyadari, setiap
manusia yang lahir ke dunia telah membawa satu bekal berharga utnuk meraih
kesuksesan hidup. Bekal itu adalah waktu! Tinggal sekarang bagaimana kita dapat
menggunakannya sebagai teman untuk membantu kita mencapai semua tujuan-tujuan
hidup yang telah kita tetapkan.
Kita memang tak dapat
mengendalikan waktu, namun itu bukan berarti kita harus menyerah kepada waktu.
Kita bisa berkawan dengannya. Dengan menggunakan istilah yang agak berbeda,
Victoria Moran-penulis buku Bahagia dalam Kesibukan menyebutnya sebagai upaya ‘berdamai
dengan waktu’.
Oke, waktu yang tersedia bagi
kita untuk meraih kesuksesan memang cukup terbatas. Namun jurang perbedaan yang memisahkan antara
seseorang yang sukses dengan seseorang pencundang justru terletak pada sejauh
mana mereka mampu mengekploitasikan waktu yang terbatas itu untuk mencapai
kemajuan di bidang karir ataupun dalam kehidupan sosial maupun kehidupan
pribadi mereka.
Banyak orang berhasil menapakkan
kaki di puncak keberhasilan karena berhasil ‘menundukkan’ sang waktu.
Sebaliknya, sebagian besar orang gagal menapaki tangga kesuksesan akibat
terjebak oleh perangkap waktu.
Waktu seringkali berlaku kejam
pada orang-orang yang tidak mengenalinya. Tanpa sadar, mereka akan dijatuhkan
pada perangkap-perangkap yang untuk sesaat terasa menguntungkan namun pada
kenyataannya sangat merugikan. Seperti misalnya ketika kita harus menghabiskan
waktu 20 menit waktu kita dalam sehari untuk menanti datangnya angkutan umum.
Sembari menunggu kita memilih untuk tidak melakukan aktivitas apa-apa. Anda terlalu
malas untuk membuat sebuah planning kerja harian dan juga terlalu bete untuk
membaca sebuah buku pengembangan diri. Coba hitung berap banyak waktu tunggu
yang kita habiskan dalam sebulan tanpa melakukan aktivitas yang berarti? Jika
setiap hari kita menyia-nyiakan 20 menit waktu kita maka dalam sebulan (dengan
asumsi ada 30 hari dalam satu bulan) kita akan membuang waktu sebanyak 600
menit atau 10 jam dengan percuma. Itu berarti dalam satu tahun ada 120 jam yang
kita sia-siakan. Sungguh sayang bila waktu sebanyak itu tidak kita pergunakan
untuk mengerjakan sesuatu yang dapat mendatangkan keuntungan bagi karir maupun
kehidupan kita kelak.
Begitulah cara waktu memainkan
perangkapnya. Tapi jangan salah. Tidak semua orang yang menyadari kekuatan sang
waktu dapat melepaskan diri dari perangkapnya. Sebagaian orang justru
menumbuhkan dalam diri mereka sendiri, ketakutan yang terlalu berlebihan
terhadap sang waktu. Sebegitu takutnya mereka kehilangan waktu sehingga
seringkali mereka bertingkah ‘gila-gilaan’ dalam memanfaatkan waktu. Kesan
ketergesaan dan ‘pemaksaan diri’ jelas tergambar dalam setiap aktivitas yang
mereka lakukan. Seolah-olah mereka ingin melakukan banya hal dalam waktu yang
sesingkat mungkin. Kerja tanpa kenal lelah atau menghadiri banyak acara sosial
dalam satu malam adalah contoh jenis orang yang masuk ke dalam golongan time
freak. Biasanya mereka akan berakhir dalam kondisi kesehatan yang
memprihatinkan, yang tentu saja akan mnyita waktu yang lebih lama lagi untuk
pengobatan atau lebih parah lagi mereka terjebak dalam penggunaan obat-obatan
sebagai doping yang mereka harapkan dapat membantu penampilan mereka agar
senantiasa tampil segar di setiap event.
Orang yang berhasil berkompromi
dengan waktu adalah mereka yang dapat mengelola waktu sedemikian rupa sehingga
dapat mendatangkan keuntungan bagi hidupnya. Prinsip time management yang baik
bukanlah melakukan banyak hal dalam waktu yang sesingkat mungkin, namun
bagaimana mengubah waktu yang tidak produktif menjadi lebih produktif. Artinya,
kita harus belajar bagaimana menggunakan waktu kita secara efektif dan juga
efisien.
Kadangkala kita berkata dalam
hati “ahh…waktu berjalan dengan cepat’ tapi tak jarang pula kita merasa
“uuhh…waktu berjalan dengan lambat”
Cepat atau lambatnya waktu
berjalan itu tergantung pada siapa dan bagaimana yang merasakannya. Waktu akan
berbentuk persis seperti apa yang kita pikirkan tentang ‘dia’. Bila kita merasa
waktu yang kita miliki hanya sebentar, maka kita akan merasa seperti
dikejar-kerja oleh waktu. Bagi kita waktu adalah sosok yang menakutkan. Kita
pun akan terus menerus mengeluhkan sedikitnya waktu yang kita miliki. Waktu
sebanyak 24 jam dalam sehari tak pernah cukup bagi kita. Sebaliknya jika kita
merasa waktu yang tersisa bagi kita cukup banyak, kita akan menjalani segala
sesuatu dengan tenang tanpa merasa perlu untuk tergesa-gesa.
Hal yang patut kita ingat di sini
adalaha setiap orang memiliki bagian waktu yang sama. Kitalah yang memberi
bentuk kepada sang waktu. Tinggal bagaimana kita mengelola waktu itu menjad
lebih produktif.
Alangkah baiknya bila kita
memulai rangkaian upaya pengelolaan waktu dengan menempatkan waktu ke dalam
bentuk yang positif. Yakin diri kita bahwa dengan mengelola waktu secara lebih
baik lagi. Kita akan bisa memperoleh apapun yang kita cita-citakan tanpa harus
menjadi time freak yang sombong yang selalu tak punya waktu buat orang lain.
Traktir creator minum kopi dengan cara memberi sedikit donasi. klik icon panah di atas